AMAN DAN TERPERCAYA

RESMI DAN CUKUP 2 MENIT PROSES DP/WD Jika ada hal yang masih belum kamu pahami seputar game atau transaksi taruhan. Anda dapat bertanya langsung kepada customer service yang dapat dihubungi melalui live chat. Dan kamu juga akan dibantu saat ingin membuat akun di situs judi tersebut.

Minggu, 19 Agustus 2018

Unknown

Usai Viral Panjat Tiang Bendera, Johny Gala Dapat 8 Hadiah Istimewa



Banyak momen menarik yang bisa ditelisik.
Satu di antaranya adalah aksi bocah SMP yang berani memanjat tiang bendera.
Aksi itu mendadak viral di media sosial.
Dalam video itu, terlihat Yohanes Gama Marschal Lau (13) atau Johny Gala, anak asal Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, memanjat tiang bendera.
Yohanes nekat melakukannya demi memperbaiki pengait tali yang macet di tengah pelaksanaan upacara bendera memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Atambua, Belu, NTT, Jumat (17/8/2018).
Padahal tinggi tiang bendera tersebut adalah 23 meter.
Saat Yohanes memanjat pun, tiang bendera itu tampak bergoyang-goyang sehingga orang di sekitarnya ikut was-was.
Editor: Sakinah Sudin
1. Hadiah dari Wakil Bupati Belu
Setelah kejadian, Johny diminta datang ke kantor Wakil Bupati pada Senin (20/8/2018) untuk diberi bantuan.
Wakil Bupati Belu, Jt Ose Luan dalam sambutannya mengatakan bahwa peristiwa ini jangan ditafsirkan macam-macam.
Jt Ose Luan memuji Johny Kala yang memanjat tiang bendera.
2. Dapat undangan Menpora dan bisa menyaksikan pembukaan Asian Games
Imam menceritakan, begitu dia mendapat kiriman video dari staf Kementerian Luar Negeri yang ikut langsung saat upacara bendera, sore harinya segera menelepon Yohanes.
Kepada anak berusia 13 tahun itu, Imam mengajak untuk datang ke Jakarta dan menjanjikan untuk menonton Pembukaan Asian Games 2018 dan bertemu Presiden Joko Widodo.
Editor: Sakinah Sudin
"Saya lagi nonton bola itu di rumah, terus telepon dia (Yohanes), terus dia bilang iya mau banget ke Jakarta," tuturnya.
3. Hadiah istimewa dari PLN
Johny pun mendapatkan apresiasi dari PT PLN (Persero)
Ya, PLN memberikan beasiswa pendidikan hingga jenjang kuliah S1.
Ini disampaikan oleh Human Capital Management PLN Muhammad Ali.
Muhammad Ali menyebut bahwa tindakan yang dilakukan Johny merupakan bentuk rasa nasionalisme dan cinta NKRI.
"Aksi Yohanes sangat nasionalis sekali. Kami salut dengan anak ini. Mulai saat ini Yohanes menjadi 'Putra PLN' dan akan mendapatkan beasiswa sampai dengan tingkat S1," ungkap Ali dalam keterangan resminya, Jumat (17/8/2018), dilansir TribunStyle.com dari Kompas.com.
4. Bedah rumah
Kapolda NTT Irjen Pol. Drs. Raja Erizman akan membedah rumah tinggal keluarga Johny.
Mengutip Tribunnews, hal itu disampaikan Kapolres Belu AKBP Christian Tobing, S.I.K., M.Si kepada Pos-Kupang.com, Sabtu (18/8/2018).
Menurut Kapolres Tobing, bedah rumah tersebut diberikan oleh Kapolda NTT sebagai ungkapan rasa bangga atas tindakan Johny yang telah menunjukkan rasa nasionalisme yang tinggi di saat upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Harapan Kapolda, hadiah itu dapat berguna bagi Johny Kala dan keluarga.
5. Hadiah dari Hotman Paris
Tak ketinggalan, Hotman Paris rupanya juga mendengar berita soal aksi heroik Johny.
Hotman Paris Hutapea pun siap memberikan hadiah kepada Johny sebesar Rp 25 juta.
Ia mengungkapkan niatnya ini dalam video yang diunggahnya ke Instagram.
Dalam video berdurasi 57 detik itu Hotman memberikan apresiasi kepada Johny.
"Salam dari garasi Hotman Paris. Kepada anak remaja Johanes, pemuda NTT yang punya nyali, berani memanjat bendera dan spontan pada sata tali bendera putus di NTT, saya salut," ujar Hotman.
"Dalam ratusan IG dan ceramah, saya selalu mengatakan nyali yang positif sangat perlu dibina, sangat perlu dibangun untuk kesuksesan."
"Kepada Yohanes Pemuda NTT, nanti gua kasih uang jajan ya, gua kasih uang jajan Rp 25 juta."
"Tolong kasih tahu rekening orangtua kamu. Untuk beli permen, remaja NTT yang patut dikagumi."
6. Prioritas daftar TNI
Apresiasi lain juga didapat Johny.
Perwakilan dari Panglima TNI menyampaikan bahwa Johny mendapatkan beasiswa sampai tamat sekolah dan akan diprioritaskan jika hendak masuk ke TNI.
7. Hadiah dari Dandim 1605/Belu, Kapolres Belu, Dansatgas Pamtas Sektor Timur Yonif 743/Psy
Melansir dari Facebook, KODIM 1605/belu juga turut mengunggah video saat Dandim 1605/Belu memberikan hadiah kepada Johny.
Johny tampak sumringah menerima bingkisan hadiah tersebut.
8. Hadiah dari Direktur Kementrian Luar Negeri
Direktur Kementrian Luar Negeri rupanya turut menghadiri Upacara peringatan HUT RI di Motaain.
Kepala Desa Silawan Ferdinandus Mones mengatakan bahwa setelah upacara selesai, Johny langsung dipangil oleh Direktur tersebut.





Read More
Unknown

Jakarta - Yohanes Ande Kala (sebelumnya ditulis Yohanis Gama Marschal Lau)


Menceritakan aksinya yang memanjat tiang bendera untuk membetulkan tali agar Sang Saka Merah Putih berkibar. Siswa SMP yang akrab disapa Joni itu mengaku tengah sakit perut saat dia memanjat tiang bendera tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi saat upacara tengah berlangsung di salah satu lapangan di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Joni saat itu menjadi peserta upcara, namun dia harus ke posko kesehatan karena sedang sakit perut.



"Saya sakit perut terus naik ke (pos) kesehatan," kata Joni saat ditemui wartawan di gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Senayan, Jakarta, Sabtu (18/8/2018).

Saat di pos kesehatan itu, Joni mendengar Wakil Bupati menyampaikan soal tali bendera yang putus. Dia kemudian bergegas menuju tiang untuk memanjat.

"Terdengar Bapak Wakil Bupati bilang siapa yang bisa naik tiang bendera ini. Saya langsung buka sepatu, langsung naik tiang bendera," katanya.

Saat memanjat, Joni mengaku tidak memikirkan apa-apa. Dia hanya ingin agar tali yang putus tersebut bisa dibetulkan agar Merah Putih bisa berkibar.

"Nggak pikirkan apa-apa, lari buka sepatu, langsung naik," katanya.

Dia juga mengaku tidak takut jatuh. "Tidak," katanya.

aat Joni memanjat, banyak orang yang meminta agar dia segera turun. Namun permintaan itu dihiraukan, sebab dia ingin tali yang putus itu bisa segera dibetulkan.

"Harus berusaha ambil talinya, supaya bisa lanjut upacaranya," kata Joni.

Seperti diketahui, Yohanis atau akrab disapa Joni merupakan siswa SMP yang nekat memanjat tiang bendera setinggi 23 meter. Saat itu, tengah berlangsung upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI di sebuah lapangan di Kabupaten Belu. Tali yang sedianya mengibarkan Sang Saka Merah Putih putus, sehingga kegiatan upcara terhenti sejenak. 

Namun, Joni dengan spontan memanjat tiang bendera tersebut tanpa alas kaki hingga ke ujung dan membenarkan tali yang terputus itu. Aksi Yohanis ini divideokan oleh beberapa orang di sekitar.

Video viral itu sebelumnya disebut terjadi di Atambua, salah satu kecamatan di Kabupaten Belu. Tapi sebenarnya TKP ada di desa Silawan, kecamatan Tasifeto, Kabupaten Belu, sekitar 14 kilometer dari Atambua.

Read More

Jumat, 17 Agustus 2018

Unknown

BPJS Ketenagakerjaan Dukung Tim Indonesia Berjuang di Pesta Olahraga Terbesar se Asia



BPJS Ketenagakerjaan hadir dalam memberikan jaminan yang menjadi hak bagi setiap pekerja di Indonesia, dengan latar belakang profesi apapun, termasuk atlet. Tak sedikit atlet kita yang telah menjalankan misi mulia mengharumkan nama bangsa dalam kontestasi dunia, seperti Asian Games 2018.
Namun tak banyak yang tahu bagaimana seorang atlet menjalani kehidupan keduanya ketika tak berada lagi di arena pertandingan. Raihan medali yang tersusun rapi sebagai torehan yang mengharumkan nama Indonesia tak pula menjadi modal yang mumpuni untuk hidup dan kehidupannya.

Banyak dari duta bangsa ini yang mengalami cedera ringan sampai serius dalam masa pertandingan bahkan pada sesi latihan, yang berdampak para atlet tersebut tak lagi dapat bertanding bahkan sampai harus “gantung sepatu”. Pada permasalahan seperti ini, pihak mana yang harusnya bertanggungjawab dalam proses penyembuhan cedera atau bahkan kehilangan pendapatan akibat cedera serius yang menimpa atlet ?
BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen penuh dalam dukungan kepada Tim Indonesia, sebagai official partner dengan memberikan perlindungan atas risiko sosial yang terjadi dalam aktifitas sebagai atlet yang mengharumkan nama Indonesia dalam laga dunia.
Hal ini tertuang dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara BPJS Ketenagakerjaan bersama Komite Olimpiade Indonesia yang dilaksanakan langsung oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto dan Ketua KOI, Erick Thohir di Gedung BPJS Ketenagakerjaan pada Jumat (27/07).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menyatakan, “dengan adanya perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm), atlet dapat fokus mempersiapkan diri dengan latihan intensif, sehingga menghasilkan capaian optimal yang akan membanggakan kita bahwa anak bangsa kembali memberikan persembahan terindah buat bangsa ini”.
Melalui perlindungan ini, mereka yang menjadi tumpuan dalam menjulangkan kembali nama Indonesia dimata dunia, akan terlindungi dari risiko-risiko fisik yang terjadi semasa latihan dan bertanding di laga bergengsi tingkat Asia yang akan kita daulat beberapa hari kedepan.
“Kami menyadari bahwa di Indonesia profesi atlet belum dapat menjadi tumpuan utama untuk menopang kehidupan yang akan datang, setidaknya kami hadir bagi para pahlawan dengan segala jeri payahnya, berupaya mengharumkan nama Indonesia dalam memberikan jaminan perlindungan kecelakaan kerja dan jaminan kematian untuk mereka, imbuh Agus kepada awak media.
Manfaat utama perlindungan JKK ini berupa perlindungan mulai dari berangkat dari rumah ke tempat bekerja, saat bekerja dan sampai pulang kerumah, jika terjadi kecelakaan kerja, pengobatan sesuai kebutuhan medis tanpa batasan biaya, santunan pengganti upah (dilaporkan) sebesar 100% untuk 6 bulan pertama, 75% untuk 6 bulan kedua, 50% untuk selanjutnya, santunan jika mengalami kecacatan 70% x 80 bln upah yang dilaporkan (max 56x upah dilaporkan), santunan meninggal 48x upah dilaporkan, bantuan beasiswa utk 1 org anak sebesar Rp12 juta bg TK yg mengalami Kecelakaan kerja dan meninggal dunia/cacat total tetap.
Sementara manfaat Jaminan kematian berupa santunan sebesar Rp24 juta serta beasiswa untuk 1 orang anak sebesar Rp12 juta.
Ketua Umum KOI Erick Thohir menyampaikan, selama ini para atlet nasional tak semuanya terlindungi. Kata dia tak sedikit yang mengalami kesulitan finansial dalam perawatan saat mendekap cedera. Adanya kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan, menurut dia bagian dari upaya bersama meninggikan derajat hidup para atlet.
“Terimakasih BPJS Ketenagakerjaan karena atlet-atlet ini seharusnya memang punya value (nilai) lebih. Kerja sama ini semata-mata hanya untuk mensejahterakan atlet-atlet kita,” ujar dia saat penandatanganan kerja sama antara KOI dan BPJS Ketenagakerjaan.
Program ini akan lebih sempurna dalam mempersiapkan para atlet menatap masa kehidupan keduanya ketika tak lagi melantai di arena pertandingan jika dipersiapkan dengan program Jaminan Hari Tua (JHT) yang dimiliki BPJS Ketenagakerjaan. Program ini bersifat tabungan yang dipersiapkan untuk masa yang akan datang dalam menghadapi saat-saat kehilangan pendapatan, kedepannya kita tak lagi mendengar cerita miris atlet dimasa lanjutnya, dan merekapun akan sejahtera.





Read More

Rabu, 15 Agustus 2018

Unknown

Mayat sepasang suami isteri ditemui dalam rumah



 
Mayat seorang lelaki dan wanita ditemui dalam keadaan membusuk dalam sebuah rumah di FELDA Tenggaroh 3 di sini, malam tadi.
Mayat lelaki itu dikenali sebagai A Wahab Yusof, 72, dan Nilam Ibrahim, 70, dan dipercayai pasangan suami isteri.
Ketua Polis Daerah Mersing, Superintendan Cyril Edward Nuing, berkata siasatan awal mendapati tiada sebarang unsur jenayah dalam kejadian itu.
Katanya, pihaknya menerima panggilan telefon daripada orang awam kira-kira jam 11.05 malam yang memaklumkan terdapat bau busuk yang kuat dari sebuah rumah di Jalan Kenari di FELDA berkenaan.
"Polis tiba di lokasi kejadian kira-kira 11.50 malam dan bertindak memecah masuk rumah terbabit sebelum menjumpai dua tubuh manusia iaitu seorang lelaki dan wanita berpakaian, namun sudah meninggal dunia dan keadaan mayat yang membusuk.
"Ketika ditemui, mayat wanita itu dalam keadaan berpakaian dan berada di atas katil serta mula membusuk, sementara keadaan mayat lelaki juga dalam keadaan membusuk, mereput dan berair," katanya.
Katanya, kedua-dua mayat itu dibawa ke Hospital Mersing di sini, bagi tujuan bedah siasat untuk mengenal pasti punca sebenar kematian.
Read More

Senin, 13 Agustus 2018

Unknown

Pemerintah Bangun Rumah bagi Warga hingga Mahasiswa di Papua Barat






Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan menyelesaikan pembangunan 50 unit rumah khusus (Rusus). 
Rumah khusus itu bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang tinggal di Kampung Wasambin, Distrik Teluk Maybilit, Kabupaten Raja AmpatPapua Barat
Rusus yang dibangun merupakan rumah tipe 36, dilengkapi meubel, air dan prasarana sarana dan utilitas (PSU) seperti jalan lingkungan, drainase, listrik dan air. Kondisi tersebut diharapkan meningkatkan kenyamanan penghuni.



Adapun rusus yang selesai dibangun 2016 lalu tercatat menghabiskan biaya sebesar Rp 9,6 miliar.  
"Selain untuk MBR, pembangunan Rusus di Papua juga diperuntukan bagi pemuka agama/adat, masyarakat yang terimbas konflik, petugas, tenaga pendidikan dan kesehatan yang bertugas di daerah perbatasan dan eks anggota OPM," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resminya, Selasa (14/8/2018).
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid, pembangunan rusus ini tidak hanya terletak di Papua Barat saja namun hampir di seluruh provinsi di Indonesia.


Selama berada di Papua, Khalawi Abdul Hamid juga meninjau Rusun Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Sorong yang berada di Kelurahan Mariat Pantai, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat. Rusun mahasiswa tersebut rampung pada 2017.
Rusun 3 lantai bertipe 24 tersebut memiliki jumlah unit sebanyak 37 kamar dengan biaya pembangunan senilai Rp 16 miliar. 
Saat ini, rusun tersebut sudah dihuni oleh 150 mahasiswa dengan biaya sewa kamar yang lebih murah dibanding tempat kos sekitar. "Jagalah suasana tertib sehingga bisa belajar dengan baik dan nyaman," ucap Khalawi menitip pesan.
Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan terus berupaya meningkatkan taraf hidup masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah yang sejahtera dan layak huni.
Penyediaan rumah MBR diantaranya dilakukan melalui pembangunan rusus, rusun, bantuan stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dan bantuan prasarana, sarana dan utilitas (PSU) perumahan bersubsidi. 
Dengan program tersebut akan mendukung pencapaian target program satu juta rumah untuk mengurangi kekurangan pasokan (backlog) perumahan di Indonesia yang masih sebesar 11,4 juta unit pada 2015.





Read More

Minggu, 12 Agustus 2018

Unknown

Sandiaga Uno siap tanggung setengah biaya kampanye Prabowo






Bakal Cawapres Sandiaga Uno mengaku siap menggelontorkan dana yang banyak untuk kampanye. Malah Sandi mengaku setengah dana kampanye kemungkinan ditanggung dirinya.


Menurut Sandi, dana kampanye yang dibebankan terhadap pasangan calon adalah suatu keharusan. Lantas berapa biaya yang disiapkan Sandiaga untuk kampanye melawan pasangan Jokowi - Maruf Amin?
"Harus keluar. Dan saya bersedia untuk menyediakan sebagian dari biaya kampanye dan ada bantuan kepada tim pemenangan. Dan juga bantuan kepada partai pengusung. Itu yang menjadi komitmen kita. Soal berapanya saya belum tahu," kata Sandiaga di pantai Lagoon, Ancol, Jakarta Utara, Minggu (12/8) siang.
Sandiaga menambahkan, saat ini tim sedang bekerja dan menghitung berapa besaran uang yang harus disiapkan. Dia juga menyebut pihaknya akan lebih dulu mendatangi KPK untuk menyerahkan atau memperbaharui LHKPN nya.
"Belum tahu berapanya, karena saya harus bicara sama KPK. Tim ini sekarang lagi ada yang menghitung, satu menghitung LHKPN, satu menghitung jumlah biaya kampanye yang diperlukan. Jadi harus terbuka dan kita akan berkoordinasi dengan KPU juga karena ada batasan-batasan," beber Sandiaga



Read More
Unknown

Alasan Puluhan Purnawirawan TNI Dukung Jokowi - Ma'ruf Amin





Puluhan Purnawirawan Jenderal TNI yang membentuk kesatuan bernama Cakra 19 mendukung calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Ada sejumlah alasan yang membuat Cakra 19 mendukung pasangan tersebut.
"Pertama keberhasilan Jokowi menjadi Presiden RI 2014-2019 karena dapat merebut kembali lokasi lokasi sumber daya alam strategis," kata Ketua Tim Cakra 19 Andi Widjajanto saat mendeklarasikan Jokowi - Ma'ruf Amin di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (12/8/2018).



Kedua, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut dapat meningkatkan jumlah infrastruktur sehingga masyarakat memiliki kualitas hidup yang sama. Kemudian, Jokowi mampu meningkatkan jumlah program sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan putra-putri bangsa.
Jokowi juga dinilai bisa menerapkan pemberantasan korupsi yang tidak pandang bulu. Di pemerintahan Jokowi juga jumlah kemiskinan semakin tergerus.
"Kelima, Jokowi dapat meningkatkan daya saing yang baik kualitas manusia ataupun produk olahan Indonesia di dunia Internasional," tutur mantan Seskab tersebut.
"Dengan pertimbangan tersebut Tim Cakra 19, mendeklarasikan Jokowi dan KH Ma'ruf Amin untuk kembali menjadi calon presiden pada periode kedua yaitu tahun 2019 hingga 2024," ucap Andi.


Puluhan Purnawirawan Jenderal Mendukung

Nama CAKRA sendiri diambil berdasarkan kata Sanskerta, diartikan sebagai pusat energi, roda atau lingkaran dari kekuatan-kekuatan positif yang dilengkapi kreatifitas dan kebebasan berekspresi, guna mencapai tujuan bagi kebaikan bersama.
Berikut daftar Purnawirawan Jenderal TNI yang ikut tergabung dalam wadah CAKRA19:
1. Mayjen TNI (Purn) Andogo Wiradi, eks Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP)
2. Mantan Wakasad Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian
3. Mantan Danjen Kopassus Letjen TNI (Purn) Lodewijk F Paulus, Sekjen Partai Golkar
4. Mantan Kapuspen TNI laksda TNI (Purn) lskandar Sitompoel
5. Mantan Pangdam l/ Bukit Barisan Wisnton Pardamean Simanjuntak
6. Mantan Deputi I bidang Hukum Politik Dalam Negeri Kemenkumham Mayjen TNI (Purn) Yudi Harianto7. Marsda TNI (Purn) Dr Usra Hendra Harahap, eks Koorsahli KSAU.
8. Mayjen TNI (Purn) Istu Hari Subagio
9. Mayjen TNI (Wm) H. Harry Purdianto
10. Brigjen TNI (Purn) Juanda
11. Kol (Purn) Harry Guritno
12. Brigjen TNI (Purn) Nur Godang






Read More