Peningkatan ini dipengaruhi penerimaan devisa yang berasal dari pajak dan hasil ekspor migas bagian pemerintah, penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta hasil lelang Surat Berharga Bank Indonesia (SBBI) valas. BI bahkan mengklaim jumlah tersebut melebihi kebutuhan devisa, terutama untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo.
Enam bulan setelah pencapaian cadangan devisa yang gemilang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumpulkan para menteri dan pejabat lainnya dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Ia meminta cadangan devisa diperkuat. Ia juga menegaskan negara saat ini
Jokowi meminta menteri menjalankan implementasi kebijakan dengan baik. “Semuanya harus serius menghadapi ini. Dan juga saya enggak mau lagi bolak-balik rapat, bolak-balik rapat tapi pelaksanaan implementasi tidak berjalan dengan baik,” ujar Jokowi di Bogor, Jawa Barat (31/7/2018).
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi seiring dengan rencana pemerintah untuk meningkatkan cadangan devisa negara. BI mencatat cadangan devisa negara sepanjang tahun ini mengalami tren penurunan. Hal tersebut, salah satunya, karena dipengaruhi penggunaan devisa untuk stabilitas nilai rupiah melalui intervensi pasar oleh BI.
Cadangan devisa atau yang dikenal juga dengan foreign currency reserve/reserve assets merupakan seluruh aktiva luar negeri yang dikuasai otoritas moneter dan dapat digunakan setiap waktu untuk membiayai ketidakseimbangan neraca pembayaran, atau untuk menjaga stabilitas moneter melalui intervensi pasar mata uang, dan tujuan lainnya. Devisa biasanya dicadangkan dalam empat mata uang: dolar AS, euro, poundsterling, dan yen.
Indonesia mencadangkan devisanya dalam bentuk dolar AS, mata uang yang menjadi patokan banyak negara di dunia terkait nilai tukar. Dalam mengelola cadangan devisa, IMF memberikan pedoman aturan terkait jumlah devisa yang harus dicadangkan suatu negara
IMF, dengan pendekatan tradisional, menyebutkan jumlah devisa yang dicadangkan oleh masing-masing negara, minimal dapat digunakan untuk mencukupi pembiayaan impor selama tiga bulan atau bisa menutupi keseluruhan utang jangka pendek.
Salah satu tujuan kepemilikan cadangan devisa untuk menjaga stabilisasi moneter khususnya nilai tukar. Dengan kata lain, jumlah cadangan devisa akan terpengaruh seiring fluktuasi nilai tukar. Semakin rendah nilai tukarnya (depresiasi), maka semakin banyak cadangan devisa yang diperlukan untuk intervensi pasar valuta asing.



