KLIKQQ - Medan. Menjelang perayaan Tahun Baru China atau Imlek yang jatuh pada 28 Januari mendatang, salah satu pasar yang makin ramai dikunjungi warga adalah Pasar Ramai di Jalan Thamrin, Medan. Banyak calon pembeli yang berkunjung ke sana untuk membeli pernak-pernik Imlek serta kebutuhan lainnya yang berkaitan dengan perayaan Imlek. |
| "Jika dibanding dengan hari-hari besar lainnya, memang pengunjung paling banyak saat menjelang Imlek seperti ini," kata A Siong, salah satu pedagang di sana. Pasar ini bisa dibilang cukup unik, karena sebagian besar pedagangnya adalah warga etnis Thionghoa. Tentu, yang dijualpun kebanyakan adalah barang-barang impor asal China dan Singapura, mulai dari pakaian hingga bahan makanan. Menjelang Imlek seperti sekarang ini, pasar tersebut sangat ramai dikunjungi warga yang hendak membeli aneka kebutuhan untuk Imlek, mulai dari kue bakul, pernak-pernik Imlek, hingga pakaian baru untuk perayaan Imlek yang memang, hampir semua barang-barang tersebut didominasi warna merah, kuning dan emas yang menjadi ciri khas Tahun Baru Imlek. Beberapa pedagang di sana mengaku, peningkatan jumlah pengunjung ke pasar tersebut telah terlihat cukup signifikan dalam tiga hari terakhir, yang memang di dominasi pengunjung etnis Tionghoa. "Kira-kira peningkatan jumlah pengunjung dalam tiga hari terakhir bisa mencapai lebih dari 50% setiap hari jika dibanding dengan hari biasa," ujar Sofyan, yang juga pedagang di sana. Pantauan MedanBisnis di pasar tersebut, hampir semua lorong pasar disesaki calon pembeli. Bahkan, saking banyaknya pengunjung, sejumlah pedagang di sana sampai kewalahan melayani konsumen, khususnya yang menjual pernak-pernik Imlek. Imlek memang menjadi momen istimewa bagi warga Tionghoa. Selain sebagai pergantian tahun, Imlek juga dijadikan sebagian besar warga etnis Tionghoa di Medan sebagai momen untuk mengevaluasi diri dan kembali memulai aktivitas dengan suasana hati yang baru. "Makanya, jika Imlek datang, sama seperti Tahun Baru Masehi, pasti selalu disambut dengan meriah, imbasnya pasar ini ramai karena mampu menyediakan segala kebutuhan menyambut Imlek," kata Sofyan lagi. Satu hal yang menarik dari pasar tersebut ketika menjelang Imlek adalah, hampir semua kios di sana didominasi warna merah. Makanya, ketika pertama kali masuk pasar tersebut, calon pembeli langsung di suguhkan pemandangan yang serba merah. Dominan warna merah tersebut berasal dari pernak-pernik Imlek, seperti kertas angpao, lampion, bahkan ada beberapa kios yang kertas pembungkus barang belanjaan berwarna merah. Selain diletakkan di atas lapak, banyak dagangan tersebut yang digantung, sehingga sebagian besar sudut pasar tersebut didominasi warna merah, mulai dari atas sampai ke bawah. Dengan kondisi seperti sekarang ini, pedagang di sana bisa meraup omset lebih tinggi dari biasanya. Salah satu pedagang, Awi mengatakan, dalam tiga hari terakhir pendapatannya melonjak hingga lebih 50% setiap hari. "Biasanya pendapatanya saya setiap hari rata-rata Rp2,5 juta, kini bisa mencapai lebih dari Rp5 juta," katanya. Diprediksi, tingkat kunjungan ke pasar tersebut akan lebih tinggi lagi hingga dua hari ke depan, apalagi saat itu bertepatan dengan akhir pekan sehingga bukan tidak mungkin sebagian besar warga Thionghoa yang belum sempat berbelanja akan memanfaatkan akhir pekan nanti untuk membeli aneka kebutuhan Imlek. |
Sabtu, 21 Januari 2017
Jelang Imlek, Pasar Ramai ( MEDAN ) Makin Ramai
About serverpkv -
Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.



